Tampilkan postingan dengan label Bioteknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bioteknologi. Tampilkan semua postingan

Bioteknologi, Industri dan Kehidupan Manusia

Teknologi berperan penting bagi kehidupan manusia. Dengan adanya teknologi kini berbagai penyakit yang dahulunya pernah membunuh ratusan warga atau dikenal dengan istilah wabah kini dapat erselesaikan, dengan adanya teknologi berbagai jenis pangan olahan dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama dan siap disantap kapanpun kita butuhkan baik disantap langsung ataupun dengan preparasi yang minimalis sudah dapat kita hidangkan makanan tersebut, makanan kaleng sebagai misalnya. Meskipun demikian adanya teknologi juga ada efek buruknya, selain berbagai benefit yang kita dapat. Dengan munculnya teknologi yang dapat menggerakan produksi masal pada industri dapat mengakibatkan adanya hujan asam dan efek rumah kaca yang berefek pada produktifitas produk pertanian dan peternakan. Namun demikian manusia harus tetap melakukan berbagai inofasi guna mengatasi berbagai masalah yang muncul di kehidupan sehari-hari.

Dunia bioteknologi pada umumnya berkutat pada industri makanan dan minuman, obat-obatan dan produk bahan kimia.

Dalam industri makanan dan minuman andil bioteknologi adalah seperti misalnya pada industri fermentasi. Berbagai produk derifat dari susu kini diolah dengan bantuan teknologi yang melibatkan para bioteknologist karena prosesnya yang melibatkan agen fermentasi yang harus dijaga baik produktifitasnya maupun menjaukannya dari kontaminasi mikroba lain yang tak hanya dapat menurunkan produktifitas, melainkan juga dapat memunculkan efek yang berbahaya jika mikroba yang menjadi kontaminan adalah mikroba jenis yang patogen. Terlebih mikroba tersebut merupakan makhluk yang tak kasat mata yang memerlukan studi khusus untuk dapat memanfaatkan sifat alamiah dari mikroba yang dipakai untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam industri yang melibatkan arus perputaran yang sangat cepat dalam inventory, bioteknologi diperlukan dalam menjaga baik stok bahan baku maupun produk akhir agar dapat betahan lebih lama dibandingkan dengan line konvensional. Untuk itu diperlukan adanya riset mengenai teknologi pengawetan, penyimpanan dan pengepakan agar tercipta keadaan yang membuat mikroba yang dapat merusak menjadi tidak betah dan ujung-ujungnya membuat bahan maupun prodik menjadi lebih awet sehingga proses produksi dapat lebih terjamin keberlangsungannya. Disisi line produksi. Adanya linkungan yang steril adalah hal yang penting dalam industri makanan dan minuman, oleh karena itu pengecekan secara berkala diperlukan dalam line produksi yang memerlukan pengecekan mikroba atau higienitas dari line.

Dalam industri obat-obatan peran bioteknologi mengambil andil dari hulu sampai hilir. Mulai dari riset mengenai penyakit dan agen yang akan dipakai hingga ke proses produksi.

Untuk pihak awam mungkin akan langsung terpikir mengenai film holywood yang mengembangkan teknologi, DNA, dan virus ketika mendengar bioteknologi dan obat-obatan. Perlu kita ketahui bahwa industri bio-medicine di Amerika sangat pesat perkembangannya. Selain pangsa pasarnya yang menjanjikan di sana, berbagai teknologi yang diperlukan untuk menunjang keberlangsungannya juga telah tersedia, telebih sumberdaya manusia yang ada sangatlah mumpuni. Jika kita melihat berbagai riset dari peneliti di Amerika kita sering kali menemukan riset mengenai dunia bio-medis dalam jumlah yang sangat besar.


Lanjut ke bagian dua mengenai Bioteknologi, Industri danKehidupan Manusia

Bioteknologi, Industri dan Kehidupan Manusia

Berbagai riset memang telah dikembangkan sejak jaman perang dunia dalam bidang bioteknologi ini. Jika pembaca pernah mendengar penisilin, maka saudara telah mengenal adanya produk dari bioteknologi. Dengan adanya penemuan penisilin pada perang dunia. Banyak jiwa yang telah terselamatkan akibat adanya infeksi yang dialami oleh para tentara. Infeksi diakibatkan oleh luka yang kemudian termasuki oleh bakteri yang kemudian akan menjalar dan merenggut jiwa dari orang tersebut. Dengan danya penisilin maka penyebaran infeksi lebih jauh dapat terhindarkan. Sampai saat ini industri antiseptik masih mengambil peran penting dalam dunia medis.
Sebagai contoh yang lain adalah penemuan insulin. Sebagaimana kita ketahui bahwa penderita diabetes atau lebih dikenal dengan kencing manis tidak dapat memanfaatkan gula yang ada dalam tubuhnya sehingga sistem kerja tubuh menjadi terganggu dan dapat berakibat fatal. Hormon insulin buatan dibuat dalam industri bioteknologi dengan memanfaatkan studi biologi molekuler yang menyangkut DNA hingga ke peranannya hingga rekayasa genetik dari mikroba yang akan digunakan untuk memproduksi insulin hingga ke proses pemanenannya. Sehingga dengan adanya hormon insulin buatan tersebut harapan hidup penderita diabetes menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.
Selain itu berbagai jenis protein kini diproduksi sebagai obat, yakni proten tertentu sengaja diproduksi secara masal karena fungsinya sebagai obat bagi manusia. Mulai dari penyakit alzheimer hingga ke penyakit kanker.
Studi mengenai sel dari suatu makhluk hidup menjadikan informasi yang dibutuhkan dalam bagi riset medis menjadi mudah. Dengan mengetahui proses kerja dari suatu mikroba atu patogen kita kemudian dapat mencari senyawa yang dapat membunuh atau menghambat kerja bagi mikroba patogen maupun virus. Di sisi lain studi mengenai genetika molekular memberikan informasi mengenai bagaimana proses suatu penyakit dan penangnannya dalam lingkup mekanisme DNA dan proten, enzim yang terlibat. Sehingga informasi yang komprehensif kemudian digunakan untuk memproduksi masal dari suatu senyaa yang berpotensi obet.
Dalam bidang medis, salah seorang ilmuan dari Tiongkok berhasil meraih nobel berkat obat untuk mengatasi malaria. Beliau memanfaatkan tanaman yang secara tradisional digunakan untuk menyembuhkan penyakit akibat nyamuk tersebut. Namun dengan berbagai data yang tertulis secara ilmiah, beliau dapat membuktikan bahwa tanaman tersebut dapat berpotensi obat. Hingga kemudian senyaa yang ada dalam tanaman tersebut diproduksi secara masal dalam bentuk obat untuk menyembuhkan penderita malaria. Jadi pengibatan tradisional juga dapat mengobati penyakit manusia dan informasinya dapat menjadi riset lebih lanjut untuk pengembangan obat. Apakah obat tradisional kita juga dapat diberdayakan demikian?
Namun demikian obat malaria tersebut kini semakin tidak efektif. Hal ini dikarenakan parasit plasmodium yang menjadi penyebab menjadi kebal dengan obat tersebut seiring perjalanan waktu. Jadi industri farmasi kini harus menemukan jenis obat yang baru lagi untuk menangani masalah malaria yang mungkin muncul di masa yang akan datang jika obat yang ada sekarang benar-benar sudah tidak mempan lagi.

Salah satu pengembangnya adalah Australia, salah satu universitas terkemuka di negara kanguru tersebut bekerjasama dengan dunia industri untuk merancang obat yang baru untuk malaria. Obat yang baru ditemukan tersebut adalah dengan memanfaatkan studi sebelumnya mengenai apa yang ada di permukaan dinding sel dari si parasit. Obat yang dibuat tersebut dapat menempel pada protein yang ada di dinding sel parasit sehingga membuatnya menjadi tidak berkutik dan membuat sakit manusia. Hingga saat ini obat tersebut masih dalam tahap uji coba dan bagaimana potensialnya untuk jangka waktu yang lama. Apakah parasit dapat menjadi kebal dengan obat yang baru disintesis tersebut?

Bioteknologi, Industri dan Kehidupan Manusia Bagian Ketiga

Lanjut ke bagian tiga mengenai Bioteknologi, Industri dan Kehidupan Manusia Masih dalam dunia bio-medis. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa organ yang ada pada diri manusia dapat menjadi rusak baik karena faktor keturunan, salah dalam penggunaan, atau karena faktor kecelakaan. Selama ini jenis alternatif yang ditawarkan adalah dengan cangkok organ dari donor ke si pasien. Seringkali untuk menemukan pendonor adalah hal yang sangat susah. Dan jika menemukan pendonor belum tentu organ yang ada akan cocok dengan si pasien.

Bayangkan jika seseorang telah mendonorkan organnya ke kita. Misalnya adalah ginjal, karena manusia dapat hidup dengan satu ginjal dan manusia pada umumnya mamiliki dua ginjal. Jadi ada kemungkinan seseorang menjadi donor ginjal dan tetap hidup. Jika seseorang mendonorkan salah satu organnya kepada seseorang kemudian dicangkokkan ke pasien dan berujung pada kegagalan. Maka akan menjadi hal yang “sia-sia” karena organ yang berfungsi baik dapat menjadi terbuang begitu saja. Tentulah tidak mengapa yang namanya ikhtiar untuk kesehatan, namun jika ada solusi yang lebih baik kenapa tidak?

Berkat studi mengenai dunia sel dan perkembangan sel kini dikenal adanya teknologi stem sel. Stem sel merupakan sel dari suatu organisme yang belum terdiferensiasi menjadi bentuk yang lain. Artinya stem sel ini dapat berubah menjadi sel lain dengan diberikan induksi. Sebagai contoh stem sel dapat berdiferensiasi menjadi sel otot dan sel tulang. Sengan stem sel ini patah tulang dan kerusakan organ dapat dapat diperbaiki dengan mengintroduksi stem sel ke daerah yang akan diperbaiki. Karena stem sel ini dikembangkan dari sel si penderita maka akan kecil kemungkinan penolakan dari si pasien jika kemudian diintroduksikan.

Lalu bagaimana jika penyakit yang ada merupakan penyakit akibat kelainan genetis? Maka solusi yang ditawarkan adalah dengan memodifikasi materi genetik dari si penderita tersebut. Metode ini dikenal dengan terapi gen. Materi genetik dari manusia telah disekuensing dan disimpan dalam bank data yang menyimpan informasi genetik manusia dan data tersebut akan semakin bertambah seiring dengan perkembangan dunia teknologi, komputasi dan internet. Dari informasi yang tersimpan di bank data DNA dunia kemudian ditelusuri penyebab penyakit bawaan atau cacat genetik, jika sudah ada datanya maka dicarilah bagaimana susunan genetik yang benar dan tidak menghasilkan kecacatan. Lalu materi genetik yang benar diinteroduksikan kepada organ yang membawa faktor kelainan hingga kemudian berfungsi sebagaimana mestinya. Pengobatan dengan terapi gen ini telah dilakukan untuk mengobati pasien penderita kelainan genetik.


Dalam dunia kanker, banyak peneliti yang mencoba mencari gen mana saja yang bertanggungjawab terhadap tejadinya penyakit kanker pada manusia dan hal ini bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi harus tetap dilakukan karena hasil studi yang ada akan menjadi acuan dalam pengembangan yang akan dilakukan berikutnya oleh generasi berikutnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa kanker dapat berujung pada kematian. Namun demikian proses ini masih akan terus berkembang dan semoga dunia bio-medis akan dapat menemukan penyembuh dari penyakit kanker.

Bioteknologi, Industri dan Kehidupan Manusia Bagian Empat

Lanjut ke bagian empat mengenai Bioteknologi, Industri dan Kehidupan Manusia. Selain dalam bidang tadi bioteknologi juga berperan penting dalam industri kimia untuk menghasilkan senyawa tertentu yang dapat dimanfaatkan baik secara langsung maupun digunakan bagi industri lain.

Salah satu yang telah lama dikembangkan adalah untuk memproduksi alkohol. Alkohol bukan hanya untuk industri brewery terlebih dari itu alkohol digunakan dalam jumlah besar dalam dunia medis dan juga dalam industri lain sebagai pelarut juga untuk sterilisasi alat tak lupa alkohol dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin atau yang lebih dikenal dengan ethanol atau bio ethanol.

Proses produksi alkohol adalah dengan memfermentasi gula untuk kemudian diubah menjadi senyaa alkohol yang akan dimurnikan dan dijual. Proses pembuatan alkohol dengan fermentasi ini akan menghasilkan produk sebesar 40%, fermentasi ini masih akan tetap dilakukan karena biayanya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan pembuatan alkohol secar kimiawi. Proses fermentasi ini juga memerlukan disiplin ilmu bioteknologi seperti halnya pada industri makanan di atas (dapat di baca pada Bioteknologi, Industri dan Kehidupan Manusia bagian pertama.

Industri yang memanfaatkan bioteknologi adalah industri bio-energi, untuk bidang bahan bakar yang digunakan adalah ethanol dan biodiesel. Untuk memproduiksi biodiesel bahan yang digunakan adalah lemak yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Pada umumnya adalah lemak yang dihasilkan oleh tanaman seperti kelapa sawit maupun alga (makhluk hidup yang berarna hijayu yang sering kali kita temukan pada perairan). Berbagai bahan yang digunakan ada yang bersinggungan dengan bahan yang digunakan untuk keperluan pangan, maka demi alasan ketahanan pangan mikroalga lebih cenderung untuk dipakai karena alga tidak dikonsumsi secara langsung, selain itu masa produksinya yang singkat membuatnya semakin banyak dikembangkan terutama oleh industri bio-energi di Amerika.

Secara terus terang industri bio-energi ini masih memiliki kekurangan karena bentuknya yang juga merupakan senyaa hidrokarbon yang juga akan menghasilkan emisi karbon. Hingga saat ini pengembangan energi alternatif masih terus berkembang dengan keterbatasannya sehingga produk bioenergi inilah yang cenderung lebih rendah biayanya. Selain itu benefit lainnya adalah adanya produk sampingan yang juga dihasilkan oleh agen seperti mikroalga dapat juga menjadi produk untuk diperdagangkan seperti halnya gliserol.

Produk industri lain yang memanfaatkan bioteknologi adalah biosurfaktan, surfaktan merupakan senyaa yang banyak digunakan di dunia kosmetik dan rumah tangga untuk mencampurkan antara air dan lemak. Bentuk nyata dari surfaktan yang kita lihat sehari-hari adalah sabun dan detergent. Surfaktan kimia tersebut relatif susah untuk terdegradasi sehingga beberapa pengembang menciptakan produk biosurfaktan yang dapat terdegradasi dan tidak menimbulkan masalah lingkungan lebih lanjut. Salah satu pengembangnya adalah perusaah Rusia yang membuat biosurfaktan dengan bateri yang telah dimodifikasi. Bahan baku yang digunakan adalah gula yang kemudian dimasukan ke fermentor bersama bibit bakteri dan menghasilkan produk berupa biosurfaktan yang dapat digunakan kembali oleh industri yang lainnya.


Masih ada peran lain dari bioteknologi di bidang industri, namun karena keterbatasn penulis akan dicukupkan sampai di sini saja. Jika pembaca memiliki masukan silahkan tinggalkan di kolom komentar.

pertama

organisme regulasi terapan